Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi
Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi

Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi

Posted on

Sebagai moda transportasi yang murah dan bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, kereta api jadi pilihan suporter untuk mendukung tim kesayangannya bertanding, terutama dalam away ke luar kota.

Jika anda mengetikan kata “Kereta Api Suporter” akan ada  316.000 hasil pencaraian. Pada laman pertama akan di isi oleh “kasus” terbaru pelemparan kereta Serayu oleh Oknum suporter beberapa waktu lalu. Usai kejadian pelemparan tersebut PT KAI bereaksi keras. Mereka mengancam Suporter dilarang naik kereta.

“Bisa jadi kami ke depannya melarang suporter menggunakan kereta api, karena tindakan anarkis ini sangat merugikan PT KAI” kata Humas PT KAI Daop 2 Joni Martinus, seperti dikutip dari liputan6.com

Bukan Yang Pertama

Kasus pelemparan kereta api Sedayu oleh Oknum suporter memang bukan yang pertama  terjadi, yang paling saya ingat adalah peristiwa Januari 2011 silam, Kala kereta Matarmaja  dan Gaya Baru Malam Selatan membawa rombongan bonek melintas di solo. 247 juta total kerugian yang diderita PT KAI kala itu. Sama seperti Joni Martinus, kala itu Asisten Manajer Humas Eksternal PT Kereta Api Heri Winarno juga mengatakan akan melarang Suporter menggunakan kereta api. “Suporter yang memiliki tiket kami angkut dengan bus yang disediakan PT Kereta Api,” Ujar Heri

Bahkan, PT KAI mengeluarkan Surat Edaran yang berisi larangan suporter sepak bola menggunakan fasilitas kereta api untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan KA

Kereta Api dan Suporter

Dengan kebesaran hati, suporter Surabaya dan Solo sudah melupakan Peristiwa 2011. Suporter Surabaya dan Solo kini semakin harmonis justru sejak peristiwa tersebut. Keharmonisan itu mengingatkan saya pada Tahun 2000 silam.  Tour De Pasoepati From Solo With Love Solo-Surabaya, 6 April 2000. Bambang Haryanto menceritakan apik dalam sebuah tulisan Menaklukkan Bonek, Popor Senjata Dan Bunga. 12 Gerbong kereta dicarter suporter Solo untuk mendukung Pelita melawan Persebaya.

Saat divisi Utama musim 1998/1999, Rombongan suporter PSIS mengisi penuh 12 gerbong kereta tawang jaya. Saat idola mereka akan bertemu dengan Persija Jakarta. Dan yang paling anyar adalah saat ratusan bonek gerudug bandung mengawal kongres PSSI.

Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi
Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi

Kereta api jadi pilihan karena beberapa hal, salah satunya lebih terjadwal dan lebih murah. Dibandingkan dengan bus, kereta lebih bisa diprediksi keberangkatan dan kedatangannya. Pembukaan Piala Presiden dan Final Dirgantara Cup di Maguwoharjo Sleman adalah contoh teranyar saya memanfaatkan jadwal kereta api. Menghitung waktu cuti dan membeli jadwal kereta PP yang paling pas dengan jadwal pertandingan. Bayangkan jika saya harus go show dengan Bus. Tidak terprediksi tentunya.

Bayangkan jika PT KAI melarang suporter naik kereta api?

Bagi kami suporter yang kelas menengah, dilarangnya Kereta Api untuk suporter akan sangat merugikan. Kita akan kehilangan moda transportasi yang nyaman, dan terjangkau. Sebelum PT KAI serius melarang suporter naik kereta, semoga ada kerelaan dari kita untuk menahan diri. Melempar kereta api bukan solusi melampiaskan emosi.

Info Suporter Lainnya:

  • kereta api mengangkut suporter persija

One thought on “Andai PT KAI Tak Mau Angkut Suporter Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *