Sepakbola Alat Pemersatu yang Mulai Keluar Jalur
Sepakbola Alat Pemersatu yang Mulai Keluar Jalur

#CeritaSuporter – Sepakbola Alat Pemersatu yang Mulai Keluar Jalur

Posted on

Sepakbola cabang olahraga ini tergolong spesial diantara cabang olahraga lainnya. Diantara cabang olahraga lainnya sepakbola lah yang paling digandrungi banyak masyarakat dari segala kalangan. Oleh karena itu olahraga ini sedikit banyak tentu akan menyita perhatian masyarakat luas, baik itu para pecinta sepakbola ataupun orang awam. Sepakbola yang tadinya hanya sekedar cabang olahraga kemudian menyimpan sejuta makna dan fungsi di dalamnya. Salah satu yang paling krusial adalah sepakbola sebagai alat pemersatu, Olahraga yang digemari dan melibatkan banyak massa ini tak ayal mampu dengan mudah dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengekpresikan persatuan.

Sepakbola Alat Pemersatu yang Mulai Keluar Jalur
Sepakbola Alat Pemersatu yang Mulai Keluar Jalur

Mulai dari masyarakat desa dengan tim tarkam mereka yang berlanjut ke tingkat kota dengan tim kota lokalnya, dan terus berlanjut dan bermuara pada tim nasional , masyarakat luas dari segala golongan mampu melebur menjadi satu dengan alasan mendukung tim sepakbola kebanggaan mereka. Menjadi alasan yang sangat masuk akal apabila sepakbola merupakan alat pemersatu.

Bung Karno dan Sepakbola

Bung Karno dan Sepakbola
Bung Karno dan Sepakbola

Potensi sepakbola sebagai alat pemersatu rupanya sudah dilirik oleh tokoh besar bangsa kita ini, Bung Karno sudah melihat potensi ini sejak era sebelum kemerdekaan. Pada final kompetisi PSSI tahun 1932 antara VIJ (Jakarta) melawan PSIM  (Yogyakarta) melihat potensi massa yang besar Bung Karno yang kala itu baru keluar dari penjara Sukamiskin langsung didaulat untuk membuka pertandingan tersebut dan tak lupa memberikan pidatonya pada masyarakat yang hadir di pertandingan waktu itu. Sejak kala itu Bung Karno yakin bahwa sepakbola merupakan bahasa yang efektif untuk menyuarakan persatuan.

Ironi, Sepakbola Saat Ini

Tapi nampaknya kini sepakbola mulai keluar dari trahnya , apa yang telah diyakini oleh Bapak Bangsa ini kini telah keluar dari jalurnya. Sepakbola yang tadinya dicanangkan sebagai alat pemersatu bangsa ,kini yang terjadi adalah ironi. Kini sepakbola justru diartikan sebaliknya, perbedaan tim kebanggaan justru dijadikan alasan yang masuk akal bagi mereka untuk saling membenci bahkan saling melukai satu sama lain. Alih-alih sebagai alat pemersatu , bagi sebagian oknum sepakbola dan rivalitasnya diartikan berlebihan hingga memecah belah masyarakat menjadi golongan atau kelompok-kelompok tertentu.

(alm. nanda & alm. ricko andrean)
(alm. nanda & alm. ricko andrean)

Tidak sampai disitu saja , ironi ini masih berlanjut hingga keluar batas kemanusiaan, Atas dasar rivalitas semuanya menjadi wajar dilakukan, mencederai melukai bahkan menghilangkan nyawa menjadi halal dilakukan. Seperti apa yang terjadi di dunia persepakbolaan kita beberapa waktu terakhir ini. 2 insiden yang menjadi sorotan publik karna ulah oknum supporter yang berlaku layaknya hewan menghilangkan nyawa sodara kita alm. Nanda (Korban Penusukan oknum BCS di Temanggung) dan alm. Ricko Andrean (Korban Kebrutalan oknum Pendukung Persib). Dan masih banyak insiden-insiden yang lain tentunya apabila kita rangkum semenjak perkembangan sepakbola dan rivalitasnya berkembang subur di Indonesia.

Alat Pemersatu yang Keluar Jalur

Kalimat itulah yang paling tepat untuk menggambarkan dunia persepakbolaan kita saat ini. Yang tadinya merupakan sarana pemersatu bangsa tidak lagi diindahkan oleh mereka oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Lambat laun alih-alih menjadi alasan bersatu, sepakbola justru akan menjadi momok yang ditakuti masyarakat kelak apabila kita membiarkan para oknum ini terus mengarahkannya keluar dari jalur dan fungsi yang sesungguhnya.

Sekat yang terbentuk dimasyarakat karena perbedaan tim Sepakbola daerah sudah saatnya dihapus, kita rubah rivalitas menjadi cara yang lebih elegan daripada cara kebinatang-an. Toh kita semua bermuara pada satu tim kebanggan Tim Nasional Indonesia. Saatnya mengembalikan trah sepakbola sebagai sarana untuk mengekpresikan persatuan.

penikmat sepakbola lokal Magelang – @jamaahsoebroto

 

Cerita ini adalah kiriman dari follower Infosuporter, isi dari cerita di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat cerita kamu sendiri? Klik di sini sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *